Pengurus Harian Himesbang 2016

Terdiri dari 51 Mahasiswa/i IESP Unsoed angkatan 2013, 2014, dan 2015. Tahun ini nama kabinet yang diusung adalah Satu Garis dengan jargonnya Jaya!.

 

Seminar Bandung Economics Experience 2016 : PEMBANGUNAN BANDUNG TEKNOPOLIS DI DAERAH GEDEBAGE

oleh Tika Yunarunisa

Bandung Teknopolis, satu kata yang sering disebut-sebut WaliKota Bandung Ridwan Kamil. Impian Ridwan Kamil, adalah Kota Bandung menjadi kota futuristik di Indonesia, karena menggunakan urban desain dan arsitekturnya yang sudah didesain sedemikian rupa.Bandung Teknopolis sendiri adalah konsep kawasan yang di dalamnya akan di bangun permukiman, perkantoran, dan pusat bisnis yang bergerak dibidang teknologi dan informasi. Bahkan disebut-sebut akan menjadi “silicon valley” Indonesia. Kurang lebih 800 hektare telah disiapkan Pemkot Bandung. Bandung teknopolis ini akan diterapkan di wilayah Gedebage yang terletak di kawasan Bandung Timur. Apabila technopark berskala kecil, maka Teknopolis berskala besar, yang mampu menampung 80 ribu penduduk baru dan menghasilkan 400 ribu lowongan pekerjaan baru dari perusahaan ekonomi global.
Rencana pengembangan Bandung Teknopolis masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pertanyaan besar yang sering muncul terutama soal siapakah yang akan menikmati pengembangan kawasan Gedebage ini. Pembangunan Bandung Teknopolis ini sendiri dapat memberikan dampak secara positif maupun dampak secara negatif. Selain itu, masalah lingkungan ikut mewarnai rencana pembangunan Bandung Teknopolis. Pasalnya Gedebage yang menjadi titik pembangunan, merupakan daerah resapan atau tempat parkir air. Jika dilakukan pembangunan khawatir menimbulkan bencana banjir hebat di Kota Bandung. Jika kawasan itu dibangun kemungkinan banjir makin meluas dan pindah ke wilayah sekitarnya. Selain itu ,dengan luas wilayah sekitar 17.000 hektare, kota yang berjuluk Paris Van Java ini hanya memiliki ruang terbuka hijau (RTH) sebanyak 11% dari luas wilayah yang ada. Padahal jika merujuk pada Undang-Undang Penataan Ruang, luas RTH disebuah daerah harusnya sebanyak 30% dari luas wilayah yang ada. Artinya jika melihat itu, Kota Bandung ini masih kekurangan RTH sebanyak 19% lagi .Namun dampak positifnya ialah perekonomian kawasan Bandung timur akan tetap tumbuh. Berbagai proyek berskala nasional hingga internasional terdapat di wilayah Gedebage. Nantinya, lahan seluas itu akan dibangun oleh delapan stakeholder, mulai dari Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan para pengembang yang salah satunya PT Sumarecon Agung Tbk. Masyarakat khawatir, proyek tersebut hanya menguntungkan investor. Sementara warga Bandung hanya menjadi “penonton”, tanpa bisa merasakan dampak positif dari pembangunan. Bandung Teknopolis takutnya hanya menguntungka investor saja. Jadi masalah apa yang bisa dijawab oleh Bandung Teknopolis. Apakah hanya kebutuhan pembangunan atau karena kondisi riil masyarakat ?
Setiap pembangunan, Pemkot harus menyentuh dua kepentingan, yaitu kepentingan rakyat dan kota. Saat ini pemerintah perlu memikirkan bagaimana agar masyarakat dapat bersaing dengan segala perubahan yang ada. Terlebih lagi pengembangan bisnis di kawasan tersebut bergerak dibidang teknologi, informasi, dan komunikasi. Artinya perlu spesifikasi khusus dari masyarakat agar mampu bekerja di lokasi tersebut. Jangan sampai orang-orang yang akan bekerja di kawasan Bandung Teknopolis di dominasi oleh pekerja dari negara asing. Sementara warga Bandung tersisih karena kalah bersaing. Untuk mewujudkan teknopolis seharusnya tidak hanya soal bangunan infrastrukturnya saja. Namun harus juga mempersiapkan sumber daya manusianya yang jauh lebih penting.
_________________________________________
Pada 30 April lalu, kami diundang oleh HMPSEP Unpar dalam Seminar Bandung Economics Experience. Himesbang mengutus 5 orang pengurus sebagai delegasi, mereka adalah: Rizal Anang, M Anhar, Ratiawuri Ramadhan, Tika Yunarunisa, dan Arief Budi S.

#SatuGaris

Review Himesbang Internal Discussion 1: Investasi

Investasi merupakan faktor yang penting bagi perekonomian suatu Negara. Investasi merupakan komponen dari pendapatan nasional dan/atau Prouk Domestik Bruto, sehingga pengaruh investasi terhadap perekonomian suatu negara dapat ditinjau dari pendapatan nasional negara tersebut. Investasi menurut teori ekonomi yaitu pengeluaran yang bertujuan untuk menambah atau mempertahankan jumlah persediaan kapital (capital stock).

Investasi umumnya dibagi atas investasi langsung (direct investment) dan tidak langsung (Indirect Investment). Investasi ini bisa bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri. Bentuk dari investasi bisa berupa investasi tetap bisnis, investasi residensial, maupun investasi persediaan. Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang membedakan investasi langsung dengan tidak langsung?

Investasi langsung atau Direct investment misalnya, seperti pendirian perusahaan, pembangunan pabrik, pembelian barang modal (tanah, peralatan, perlengkapan, dll). Dalam  direct investment, investor terlibat langsung dalam manajemen perusahaan dan mengontrol penanaman modalnya. Direct investment banyak dilakukan oleh perusahaan multinational company (MNC) sehingga investasi ini sering disebut foreign-direct investment (arus investasi luar negeri secara langsung). Investasi tersebut biasa dimulai dengan pendirian subsidiary atau pembelian saham mayoritas suatu perusahaan. Sedangkan Investasi Tidak Langsung atau Indirect investment bentuknya  mencakup kegiatan transaksi di pasar modal dan di pasar uang. Penanaman modal tersebut disebut penanaman modal jangka pendek karena pada umumnya mereka melakukan jual beli saham dan/atau mata uang dalam jangka waktu yang relatif singkat tergantung fluktuasi nilai saham dan/atau mata uang yang hendak mereka perjual-belikan.

FDI (Foreign Direct Investment) atau investasi langsung luar negeri adalah salah satu ciri penting dari sistem ekonomi yang kian mengglobal. Ia bermula saat sebuah perusahaan dari satu negara menanamkan modalnya dalam jangka panjang ke sebuah perusahaan di negara lain. Dengan cara ini perusahaan yang ada di negara asal (biasa disebut ‘home country‘) bisa mengendalikan perusahaan yang ada di negara tujuan investasi (biasa disebut ‘host country‘) baik sebagian atau seluruhnya.

Dewasa ini hampir di semua negara, khususnya negara berkembang termasuk Indonesia sangat membutuhkan modal asing. Sehingga kehadiran investor asing nampaknya tidak mungkin dihindari. Yang menjadi permasalahan bahwa kehadiran investor asing ini sangat dipengaruhi oleh kondisi internal suatu  negara, seperti stabilitas ekonomi, politik dan pemerintahan serta keamanan dan hukum.

Adanya penanaman modal asing pasti memberikan pengaruh bagi perekonomian baik pengaruh positif maupun negatif. Pengaruh positifnya yaitu, investasi asing akan menciptakan perusahaan-perusahaan baru dan akan menambah lapangan pekerjaan, memperluas  pasar atau merangsang penelitian dan pengembangan teknologi lokal yang baru,  meningkatkan daya saing industri ekspor, dan merangsang ekonomi lokal melalui pasar kedua (sektor keuangan) dan ketiga (sektor jasa/pelayanan). Sebagian besar negara-negara berkembang tergantung pada investasi asing untuk menyediakan kebutuhan modal bagi pembangunan karena sumberdaya lokal tidak tersedia atau tidak mencukupi kalaupun ada, adanya ketidakmampuan dalam mengolah sumberdaya tersebut (alih teknologi). Para penganjur investasi asing berargumen bahwa sekali investasi asing masuk, maka hal itu akan menjadi batu alas bagi masuknya investasi lebih banyak lagi, yang selanjutnya menjadi tiang yang kokoh bagi pembangunan ekonomi keseluruhan.

Namun, yang menjadi masalah adanya Investasi khususnya investasi asing langsung ini yang notabenenya harusnya membawa kesejahteraan bagi masyarakat, namun banyak kasus dimana masyarakat tidak bisa maju meskipun adanya investasi asing didaerahnya. Dampak negatifnya jauh lebih banyak dibandingkan dampak positifnya, seperti kerusakan lingkungan dan eksploitasi sumber daya secara besar-besaran, Perusahaan asing dikelola oleh pihak asing sendiri, maka kebijakan manajemennya sesuai dengan operasional perusahaan asing. Dan yang lebih miris bahwa sebagian besar hasilnya dibawa ke luar negeri (negara asalnya). Kita ambil contoh kasus yaitu, Perusahaan Freeport Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah manakah yang lebih banyak memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia antara penanaman modal asing langsung dan tidak langsung?  Investasi asing langsung maupun tidak langsung memang sama-sama memberikan manfaat, yang membedakan investasi manakah yang memberikan manfaat bagi perekonomian yang lebih besar. Dengan investasi langsung yang berupa pendirian pabrik dan perusahaan ataupun lainnya akan menyerap tenaga kerja serta mengurangi pengangguran, selain itu dengan adanya investasi langsung maka investor akan terlibat langsung dengan manajemen perusahaan dan akan mengontrol modalnya. Dampak lain dari investasi langsung adalah para investor asing akan membawa perubahan atau pengembangan teknologi untuk perusahaannya di Indonesia. Sedangkan investasi tidak langsung yang kegiatannya berupa transaksi di pasar modal ataupun pasar uang. Investasi tidak langsung ini pada akhirnya juga diarahkan untuk mendorong pengembangan investasi langsung.

Intinya bahwa entah itu Investasi langsung ataupun investasi tidak langsung dapat memberikan manfaat bagi perekonomian nasional, yang lebih penting dibutuhkan Indonesia saat ini adalah Investasi dalam bidang Pendidikan. Karena kualitas pendidikan masyarakat yang memadai akan memberikan dampak yang baik bagi Indonesia. Mereka akan membawa Indonesia menuju perubahan dan mencapai kemajuan nasional.

Perkenalan Ketua Umum Himesbang Periode 2016

TERBENTUR, TERBENTUR, TERBENTUR, TERBENTUK. -Tan Malaka.

Kutipan kalimat tersebut mengajarkan kita bahwa dalam menjalankan/memperoleh sesuatu tidak semulus apa yang kita harapkan. Banyak halangan dan permasalahan yang senantiasa menyertai perjalanan kita. Dari permasalahan tersebutlah kita akan belajar. Belajar untuk memberi solusi akan suatu permasalahan, belajar untuk mendewasakan diri, serta masih banyak lagi pelajaran yang akan kita dapat.
Kesuksen tidak dapat diperoleh secara instan, banyak benturan dan cobaan yang menyertai prosesnya. Janganlah kalian jadikan cobaan sebagai suatu persoalan yang membuat kalian mundur, namun jadikanlah cobaan tersebut sebagai pembelajaran untuk lebih baik lagi kedepannya!

Rizal Anang Wibowo
(Ketua Umum Himesbang periode 2016)

Kajian Ekonomi Regional

PURWOKERTO – Aliran ekonomi kelembagaan percaya bahwa kondisi ekonomi akan menentukan bentuk struktur kelembagaan. Munculnya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, disertai dengan PP No.43 tentang Peraturan Pelaksananya dan PP No.6 tahun 2014 tentang Dana Desa, memberikan harapan baru akan masa depan desa, yang dapat lebih menyejahterahkan rakyat.

purbayu_ekonomi%20kelembagaan

Prof. Dr. Purbayu Budi Santosa , MS mengemukaan hal itu dalam gelaran kuliah umum di Gdg. Roedhiro Lti.3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Gelaran yang bertajuk “Peran Ekonomi Kelembagaan di Era Pembangunan Terkini” dihadiri para mahasiswa, pimpinan dan dosen di jurusan Ekonomi Pembangunan. Jumat (11/12)

Pekan Raya Himesbang 2015 : SRIKANDI

Dalam rangka merayakan hari jadi Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (Himesbang) yang ke-24, Himesbang mengadakan Pekan Raya Himesbang (PRH) 2015 pada tanggal 2-14 November 2015 kemarin. Pekan Raya Himesbang tahun ini bertema kan “Srikandi”, yang kepanjangan dari satukan rasa kebersamaan dengan olahraga,edukasi, dan seni.

 Pembukaan PRH 2015 diawali dengan simbolis pemotongan pita oleh Bapak Dr. Suprapto, MS selaku Ketua Jurusan IESP FEB Unsoed serta didampingi oleh Ketua Himesbang, Angga Dwi Kusuma dan Ketua Panitia PRH 2015, Irham Fajerin. Pemotongan pita tersebut sekaligus menandakan telah dibukanya bazaar PRH 2015. Bazaar merupakan sub acara dari B-Mution yang berlangsung 2-6 November 2015 di lapangan putih FEB, diisi dengan 20 stand terdiri dari makanan,minuman dan pernak pernik lainnya. Ada yang baru didalam bazaar PRH tahun ini yaitu terdapat jamming season yang bertujuan untuk menghibur pengunjung yang datang ke bazaar.

Visitasi dan Studi Banding 2015 : Golden Blue Goes To Malang

Visitasi dan Studi Banding Himesbang 2015 telah dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober – 1 November 2015. Visitasi kali ini mengambil tema “Golden Blue” , dan memiliki tujuan ke Kota Malang dan Batu, Jawa Timur. Banyak sekali tempat yang dikunjungi dalam acara ini, diantaranya Universitas Brawijaya, Home Industry Bagus Agriesta, Museum Angkut, dan Batu Night Spectacular. Untung kegiatan study banding, kita disambut oleh teman-teman dari HMJIE (Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi) Brawijaya. Untuk pemandu perjalanan panitia bekerjasama dengan Mulia Tour and Travel Purwokerto.

Sebelum memulai perjalanan peserta visitasi yang berjumlah 44 orang berkumpul  dahulu di parkiran rektorat untuk menunggu kedatangan bis. Setelah bis datang dan peserta menunaikan Shalat Ashar, tepat pukul 15.30 perjalanan menuju Kota Batu dan Malang dimulai. Perjalanan menuju Kota Malang diperkirakan sejauh 470 KM dengan waktu tempuh sekitar 13  jam. Ditengah perjalanan rombongan melakukan transit di Rest Area Ambarketawang, Yogyakarta untuk beristirahat dan makan malam. Setelah semua peserta menikmati makan malam, perjalanan menuju Kota Malang di lanjutkan.

Setelah melewati perjalanan yang panjang akhirnya rombongan sampai di Kota Batu, dan berhenti sejenak untuk mandi dan makan di Rest area Brawijaya. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Universitas Brawijaya di Kota Malang. Selama di Universitas Brawijaya rombongan melakukan kegiatan perkenalan dan sharing antara Himesbang Unsoed dan HMJIE UB, yang dilanjutkan dengan tour campus dan diakhiri dengan kegiatan foto bersama.

PIAMI 2015 : Lampu Pijar

Tanggal 3-4 Oktober 2015 acara pekan inter mahasiswa (PIAMI) dilaksanakan. Acara tahunan ini bertujuan untuk mengakrabkan mahasiswa baru Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP). Acara yang bertemakan “LAMPU PIJAR”  ini juga bersamaan dengan acara malam keakraban dari himpunan mahasiswa yang lain seperti HMJA ,HMJM,HMPS dan HMPE.

Pada tanggal 3 Oktober 2015 panitia berkumpul pada pukul 04.30 untuk mempersiapkan perlengkapan yang di butuhkan serta akomodasi untuk mahasiswa baru. Setelah akomodasi dan perlengkapan sudah siap, panitia fokus dalam menyambut mahasiswa baru yang hadir di parkiran rektorat. Di parkiran rektorat para pendamping maba (LO) langsung mempersiapkan maba dalam mengikuti upacara pelepasan.

Upacara pelepasan di pimpin oleh  Drs. Ade Banani, MMS selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED sekaligus di temani oleh ketua dari malam keakraban masing-masing himpunan mahasiswa. Pak Ade menjelaskan penting nya pengikisan jarak antar mahasiswa baru dan senior nya dalam perkuliahan. Serta mengangkat dan sekaligu memastikan bahwa acara yang akan di ikuti maba tanpa ada unsur bullying yang sedang marak terjadi. Setelah pelepasan mahasiswa baru IESP diarahkan ke parkian rektorat untuk keberangkatan.

Keberangkatan acara PIAMI 2015 berbeda dari tahun-tahun sebelum nya. Panitia memutuskan untuk menyewa truk polisi daripada truk terbuka demi kemanan dan kenyaman yang lebih baik. Diperuntukan 4 truk demi mahasiswa baru. Masing-masing dua truk untuk mahasiswa baru laki-laki dan mahasiswa baru perempuan. Truk langsung berjalan menuju Wisma Taurus dibarengi oleh panitia yang memakai motor. Disana sudah ada sebagian panitia yang ditugaskan sebagai tim pendahulu yang siap mempersiapkan keperluan di hari pertama. Sesampai nya disana mahasiswa baru didampingi oleh LO langsung menuju kamar masing-masing untuk menaruh barang  bawaan.

Tanpa Visitasi Prodi Ekonomi Pembangunan Raih Akreditasi

PURWOKERTO – Tanpa melalui proses visitasi, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian itu tertuang dalam Surat Keputusan BAN-PT Nomor : 846/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2015.

Dekan FEB Dr. Pramono Hari Adi, MS mengatakan bahwa perolehan akreditasi program studi tersebut berlaku selama lima tahun hingga tahun 2020. “Ini merupakan capaian yang baik. Saya berharap, tahun ini seluruh prodi di FEB mendapat nilai akreditasi A,” kata Dekan, Kamis (1/10) kemarin.

Dikatan Dekan, keberhasilan itu tidak lepas dari dukungan para tenga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa dan para pimpinan fakultas maupun di universitas. Untuk itu, pihaknya terus menngenjot peningkatan pelayanan akademik.

“Penilaian tanpa melakukan visitasi kali ini, merupakan proses akreditasi ulang (re akreditasi) bagi prodi dengan hasil AK (desk evaluation). Peringkatnya tidak jauh berbeda dengan nilai akreditasi sebelumnya,” ujar Dekan. Nilai tersebut cermin kualitas program studi mulai dari proses belajar mengajar hingga lulusan.

“Seluruh civitas akademika mengucapkan selamat atas kembali diraihnya peringkat A untuk Akreditasi Program Studi Ekonomi Pembangunan”. (ipunk)

Estimasi Kondisi Ekonomi Indonesia

Oleh : Firza Rahmansyah (C1A015056)

Seperti yamg kita ketahui perekonomian nasional tahun 2015 sedang melambat. Kurs rupiah yang sudah undervalue yakni mencapai Rp.14.000, terjadinya elnino, penurunan output , banyak karyawan di PHK, harga daging sapi naik, menurunya ekspor dan tingkat pertumbuhan yang rendah. Tetapi kita masih bisa bersyukur karena tingkat inflasi di negara ini masih terkendali. Didalam perekonomian, naik turunnya pertumbuhan ekonomi sudah hal biasa dan setiap negara juga mengalaminya,saat ini perekonomian negara kita sedang melemah akan tetapi apakah ekonomi Indonesia bisa dikatakan krisis? Mungkin masih terlalu dini untuk mengatakanya, dan yang paling cocok untuk mengatakan ekonomi Indonesia saat ini adalah mengalami resesi, untuk menghambat resesi yang semakin lama bisa menjadi krisis, diperlukan segera kebijakan dari pemerintah dan bank sentral agar ekonomi kembali menguat dan kebijakan yang paling tepat untuk mengatasi pelemahan ekonomi saat ini adalah kebijakan pelonggaran dari pemerintah.

SAMARU 2015 : Welcoming Party Ala Himesbang

SAMARU (Sambutan Mahasiswa Baru) adalah acara welcoming party yang diadakan oleh bidang Advokasi Himesbang untuk penyambutan mahasiswa IESP 2015 sekaligus sebagai bentuk pengenalan kepada mahasiswa apa itu Himesbang, sehingga mereka akan lebih tau HIMA jurusan mereka. Acara ini diadakan hari Minggu sore, tanggal 13 September 2015 pukul 16.00 WIB di gedung D yang telah di design sedemikian rupa dengan pernak – pernik balon dan sebagainya. Para mahasiswa baru itupun hadir dengan didampingi LO mereka. Sayangnya tidak semua mahasiswa angkatan 2015 datang, hanya sebagian dari mereka yang terlihat di gedung D tersebut. Namun hal itu tidak mengurangi antusiasme dari mahasiswa angkatan 2015 yang datang.

samaru

Perilaku Boros Di SPBU

Oleh : Ayyash Yahya (C1A014018)

boros

Sering kali kita mendengar keluhan kenaikan harga BBM di berbagai berita maupun obrolan-obrolan di jalan. karena dengan di naikan nya harga BBM terutama tentu akan menambah beban masyarakat. BBM menjadi sangat penting mengingaat  Indonesia merupakan salah satu konsumen terbesar kendaraan bermotor. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia mencatat, di seluruh Indonesia pada 2013 mencapai 104,211 juta unit, naik 11 persen dari tahun sebelumnya (2012) yang hanya 94,299 juta unit. Dari jumlah itu populasi terbanyak disumbang oleh sepeda motor dengan jumlah 86,253 juta unit sementara jumlah terbesar kedua di dumbang oleh mobil penumpang dengan 10,54 juta unit. Jika seseorang membeli sepeda motor tentu harus ada barang komplemen yang harus selalu dibeli orang tersebut, yaitu bahan bakar kendaraan tersebut. Akan tetapi keluhanya masyarakat akan kenaikan harga BBM tidak terwujud pada perilaku mereka yang melakukan pemborosan dalam konsumsi BBM setiap hari.

Kebijakan Lumbung Padi Sebagai Alternatif

Oleh : Nur Ridwan Latief (C1A014056)

Beras merupakan kebutuhan pokok setiap hari sebagian rakyat Indonesia. Hal ini dikarenakan anggapan rakyat Indonesia terhadap beras sebagai salah satu makanan pokok yang paling sehat. Sering kali kita dengar asumsi penduduk Indonesia apabila mereka belum makan nasi, maka itu dikatakan belum makan. Satu orang Indonesia dapat mengkonsumsi beras 135 kg pertahun, dua kali lipat dibanding satu orang jepang yang hanya mengkonsumsi beras sebanyak 60 kg, sehingga menjadikan Indonesia sebagai pemakan beras terbanyak di dunia.

PROBLEMATIKA KARTEL DARI SEGI HUKUM DAN PRAKTIKNYA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Pengertian Kartel

Kartel adalah suatu kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan produsen dan lain-lain yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan berbagai hal, seperti harga, wilayah pemasaran dan sebagainya, dengan tujuan menekan persaingan dan atau persaingan usaha pada pasar yang bersangkutan. dan meraih keuntungan. Kartel kadangkala diartikan secara sempit, namun di sisi lain juga diartikan secara luas. Dalam arti sempit, kartel adalah sekelompok perusahaan yang seharusnya saling bersaing, tetapi mereka justru menyetujui satu sama lain untuk ”menetapkan harga” guna meraih keuntungan monopolistis. Sedangkan dalam pengertian luas, kartel meliputi perjanjian antara para pesaing untuk membagi pasar, mengalokasikan pelanggan, dan menetapkan harga. Jenis kartel yang paling umum terjadi di kalangan penjual adalah perjanjian penetapan harga, perjanjian pembagian wilayah pasar atau pelanggan, dan perjanjian pembatasan output. Sedangkan yang paling sering terjadi di kalangan pembeli adalah perjanjian penetapan harga, perjanjian alokasi wilayah dan big rigging.

SABID NOVEMBER 2014

 SAHABAT INTELEKTUAL BERDISKUSI NOVEMBER 2014

“PROBLEMATIKA KARTEL DARI SEGI HUKUM DAN PRAKTIKNYA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA”

Dalam rangka meningkatkan pola berdiskusi dan daya nalar mahasiswa IESP, Himesbang FEB Unsoed yang bekerjasama dengan ALSA FH Unsoed mengadakan diskusi bersama pada Sabtu, 29 November 2014 yang bertempat di ruang seminar rektorat Unsoed.   Tema dari diskusi kali ini yaitu PROBLEMATIKA KARTEL DARI SEGI HUKUM DAN PRAKTIKNYA DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA. Dari Fakultas Hukum, pemaparan materi kartel ditinjau dari segi hukum disampaikan dari Prof. Dr. Ade Maman Suherman. SH, M.Sc. Sedangkan dari Fakultas Ekonomi, pemaparan kartel dari sisi ekonomi disampaikan oleh Drs. Rusmusi IMP, MSi.

 

Pemaparan dari Drs. Rusmusi IMP, MSi

 

10639473_10203328598197444_7505225021094211021_n

 

 

Pemaparan dari Prof. Dr. Ade Maman Suherman. SH, M.Sc
10252040_10203328529475726_630698941707487494_n

 

EMC2: Pengalihan Subsidi BBM dalam Sebuah Tinjauan Teoritis

Pengalihan Subsidi BBM dalam Sebuah Tinjauan Teoritis
Oleh: Ratna Nawangsari
Fenomena kenaikan harga BBM begitu hangat diperbincangkan saat ini. Keputusan peerintah yang dinilai “cukup berani” ini tak khayal mengundang polemik dalam masyarakat. Gejolak perekonomian yang terjadi, rentetan peristiwa ricuh yang menyeruak, dan perdebatan publik yang cukup pelik seakan menjadi back soundyang mengiringi ditetapkannya kebijakan pemerintah ini. Pengambilan keputusan akan suatu kebijakan sudah barang tentu memerlukan pemikiran yang matang dan mempertimbangkan berbagai hal. Begitu pula dengan keputusan pemerintah untuk mengalihkan subsidi BBM ini, sudah pasti diambil dengan langkah yang penuh pertimbangan. Terlepas dari berbagi polemik yang menyertai keibjakan ini, secara sederhana dapat kita katakan bahwa sudah seyogyanya suatu kebijakan yang diputuskan oleh pemerintah pasti memeiliki sisi positif kemanfaatan dan sisi negatif yang akan berberdampak pada kehidupan masyarakat. Dua sisi inilah yang sehausnya menjadi bahan pengamatan dan pemikiran bersama untuk kemudian bisa diambil konklusi final dari hasil kebijakan yang telah ditetapkan tersebut. Pemerintah dengan sifat patrialistiknya sudah seharusnya dapat menetapkan kebijakan sebagai langkah-langkah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terkait dengan kebijakan menaikkan harga BBM ini, begitu banyak pihak yang masih menyangsikan dan memunculkan pertanyaan yang besuara senada. “Dapatkah kebijakan yang kontrofersial ini mampu membawa masyarakat menuju kesejahteraan?”

Kompetisi Inklusi Keuangan (KOINKU)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Management Research Center (MRC) Departemen Manajemen Fakultas FEUI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menyumbangkan ide kreatif guna membangun dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui kompetisi “KOMPETISI INKLUSI KEUANGAN”. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong adanya inovasi ide model bisnis akses keuangan yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya sektor jasa keuangan serta memberikan manfaat bagi peningkatan taraf hidup konsumen dan atau masyarakat. Kompetisi ini diperuntukan bagi tiga kategori yang terdiri dari: (1) Kategori Akademik, (2) Kategori Umum dan (3) Kategori PUJK Award.

Adapun jadwal penyelenggaraan kegiatan adalah sebagai berikut:

  • 23 November 2014   : Pengumpulan formulir
  • 30 November 2014   : Batas akhir pengumpulan
  • 7 Desember  2014    : Pengumuman finalis
  • 19 Desember 2014   : Persentasi final

Enam finalis akan mempresetasikan laporanya pada acara final kompetinsi di Jakarta untuk memperebutkan  total hadiah senilai 130 juta rupiah .Keseluruhan akomodasi selama di Jakarta dan transportasi  keberangkatan dan kepulangan finalis di tanggung oleh OJK.Ide kreatif berupa model bisnis,produk,sistem manajem,atau edukasi dan pelatihan pemenang akan memperoleh kesempatan untuk di implementasikan sebagai program OJK untuk membangun dan mengngembangkan inklusi keuangan di indonesia melalui surat ini kami lampirkan poster kegiatan.Kami mohon bantuan anda untuk menyebarkan informasi ini kepada pihak yang terkait.Untuk informasi lebih lanjut silakan mengunjungi www.ojk.go.id atau telephone dan sms melalui nomer 081287019812/081287019821.

Hormat Kami,

ttd

Rofikoh Rokhim, PhD
Head of Management Research Center
Departemen of Management, Faculty of Economics, Universitas Indonesia
0811141155

Strategi Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

PURWOKERTO, feb.unsoed.ac.id – Pada tahun 2015 mendatang , masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) akan direalisasikan. Arus lalu lintas modal, tenaga kerja profesional, barang, jasa dan investasi akan mengalir bebas di kawasan Asia Tenggara. Potensi dan peluang yang ada harus dimanfaatkan sebaik mungkin khususnya bagi UMKM sebagai salah satu penopang ekonomi indonesia. Oleh karena Dr. Ratno Purnomo,M.Si  selaku ketua panitia mengatakan, ini perlu adanya sumbangsing pemikiran dari para akademisi, oleh karna itu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED mewujudkannya dalam gelaran Seminar Nasional dan Call For Papers. Rabu (19/11).

70 persen penyebaran kawasan industri di antaranya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara itu, untuk kawasan industri merupakan proyek nasional yang strategis untuk mendorong pertumbuhan industri dan daya saing investasi. Hal ini disampaikan oleh pembicara dan sekaligus Ketua Kehormatan Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Dr Ir Hendra Lesmana MM MSi.

Pengukuhan Ketua IPADI Purwokerto dan Seminar Nasional

Berangkat dari rasa keprihatinan akan tingginya laju pertumbuhan pendudukan di Indonesia, sejumlah dosen jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggagas pembentukan Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) di Purwokerto. Gayung pun bersambut, Rabu (12/11) pagi bertempat di Gedung Roedhiro FEB UNSOED, IPADI Pusat yang berkedudukan di Jakarta mengukuhkan terbentuknya Kepengurusan IPADI Cabang Purwokerto yang diketuai oleh Drs. Dedi Supriadi, MS. Dosen senior jurusan IESP FEB UNSOED tersebut dilantik langsung oleh Ketua Umum IPADI Pusat, Prof. Prijono Tjiptoherijanto, PhD., bersamaan dengan pelantikan 46 orang fungsionaris lainnya.

Acara pengukuhan pengurus IPADI Cabang Purwokerto tersebut dihadiri oleh pimpinan FEB UNSOED, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Kepala Perwakilan BPS Kabupaten Banyumas, dosen dan mahasiswa FEB UNSOED serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya Dekan FEB UNSOED, Dr. Pramono Hariadi, MS., mengatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia saat ini telah mencapai angka 235 juta orang sehingga diperlukan upaya yang keras dari semua komponen bangsa untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk tersebut. “Saya harap pengurus IPADI Cabang Purwokerto yang telah dilantik ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mensukseskan program Keluarga Berencana yang telah dijalankan pemerintah, sehingga slogan 2 Anak Cukup dapat benar-benar terwujud,” tambahnya.

Setelah acara pengukuhan berakhir, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional Kependudukan yang mengangkat tema “Peran Kependudukan dan Keluarga Berencana dalam Pembangunan Paska 2015”. Tampil sebagai pembicara adalah Prof. Prijono Tjiptoherijanto, PhD. (Ketua Umum IKADI Pusat), Dr. Ukik Kusuma Kurniawan, SKM., MPS., MA. (Sekretaris I IKADI Pusat) dan Drs. Sugito, SU. (dosen senior FEB UNSOED). Para peserta seminar yang hadir tampak sangat antusias  menyimak pemaparan para pembicara tentang fenomena kependudukan di Indonesia saat ini. (phs)  Pengukuhan IPADI-2014

Workshop Kurikulum IESP

Workshop kuirk iesp2014_0

Tingginya kebutuhan sarjana ekonomi dalam struktur pemerintahan memberikan tantangan tersendiri bagi pengelola perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi keilmuan yang baik. Berbicara kualitas lulusan tentunya terkait dengan proses pembelajaran beserta perangkat pembelajaran yang mendukung, dimana termasuk didalamnya adalah kurikulum. Hal ini mendorong Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman untuk mengadakan workshop kurikulum pada hari Kamis (13/11) pekan lalu. Hadir sebagai nara sumber adalah Drs. Juwandi, MSi, dari Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Dra. Dijan Rahajuni, MSi, Ketua Program Studi IESP, FEB UNSOED. Dalam workshop yang dimoderatori oleh Istiqomah, PhD tersebut, Drs. Juwandi, MSi menyampaikan pemaparan dengan tema “Rekonstruksi Kurikulum Jurusan IESP, FEB UNSOED dalam rangka Menghadapi Persaingan Global”. Sementara itu Dra. Dijan Rahajuni, MSi mengupas muatan kurikulum yang saat ini diberlakukan oleh Jurusan IESP, FEB UNSOED.

Workshop yang diikuti oleh seluruh dosen IESP, perwakilan mahasiswa, alumni dan user / pengguna lulusan IESP tersebut terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama para peserta diminta untuk memberikan saran dan tanggapan atas paparan yang sudah diberikan nara sumber. Sedangkan di sesi kedua peserta melakukan perumusan hasil workshop yang terbagi menjadi empat bidang kajian yaitu : 1.Ekonomi Sumber Daya, 2.Ekonomi Regional, 3. Ekonomi Moneter dan 4. Ekonomi Publik. Pada akhir acara dilakukan pembacaan hasil perumusan dari empat bidang kajian yang ada. (phs)

 

http://feb.unsoed.ac.id/id/article/respon-kebutuhan-user-prodi-iesp-selenggarakan-workshop-kurikulum

Sukses Berwirausaha Bagi Mahasiswa

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan wirausaha di kalangan mahasiswa berkembang sangat pesat. Membanggakan! Mahasiswa menjadi wirausahawan karena cita-cita, sebagian lagi karena ‘terpengaruh’ orang lain. Kamu termasuk yang mana? 🙂

 

Nah..agar lebih banyak lagi mahasiswa yang menjadi wirausahawan, di bawah ini adalah  tips “Sukses Berwirausaha Bagi Mahasiswa“. Simak ya!

 

  1. Kerja keras.

Kerja keras adalah harga mati untuk mencapai kesuksesan di tiap aspek kehidupan, termasuk berwirausaha.

  1. Kerja cerdas.

Gunakan segala akal, pikiran, kreativitas dan riset untuk menghasilkan produk atau jasa yang terbaik bagi klien.

  1. Kerja tuntas.

Jangan lakukan sesuatu dengan setengah-setengah. Pastikan semua pekerjaan selesai tepat waktu, efektif dan efisien.

  1. Kerja ikhlas.

Sekeras apapun kamu berusaha, pada akhirnya akan ada campur tangan Tuhan di dalamnya,jadi jangan takabur 🙂

 

19 Mahasiswa FE siap dikirim Studi di Hebei

Memajukan kualitas keilmuan merupakan salah satu perwujudan dari visi Fakultas Ekonomi UNSOED, Fakultas Ekonomi UNSOED melakukan pertukaran mahasiswa dalam kerjasamanya dengan Hebei University pada bulan September 2012. Kedua Universitas ini mengirimkan mahasiswanya dari universitas asal ke universitas mitranya.

Ketua program Internasional Wiwiek Rabiatul Adawiyah, Ms, PhD setelah melakukan MOA (Memorandum Of Agreement) pada tanggal 25 Juni 2012 dengan Hebei University yang antara lain berkaitan tentang program pertukaran mahasiswa, Fakultas Ekonomi UNSOED akan mengirimkan 19 mahasiswanya dalam program pertukaran mahasiswa yang terdiri dari 9 orang mahasiswa Jurusan Manajemen, 4 orang mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) dan 6 orang mahasiswa Jurusan Akuntansi. Dari 19 mahasiswa yang 6 diantaranya merupakan penerima beasiswa dalam program ini. Sedangkan dari Hebei University mengirimkan 6 orang mahasiswanya untuk studi di Fakultas Ekonomi UNSOED. Salah satu syarat untuk mengikuti program ini dalah mahasiswa yang minimal telah menempuh semester IV dengan IPK minimal 2,75 dan menguasai bahasa Mandarin.

Hebei University menyediakan tiga program studi yaitu manajemen, akuntansi dan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP). Masa studi dalam program pertukaran mahasiswa adalah 1 tahun dan akan mendapatkan gelar Join Degree. Sedangkan jika mahasiswa menyelesaikan masa studi 2 tahun maka akan mendapat gelar Double Degree.

Besar akan pencapaian tujuan ini mampu mengembangkan sebuah kerja sama dalam bidang pendidikan juga penelitian dengan harapan kedua belah pihak mampu menyerap keunggulan di masing-masing universitas. Bagi mahasiswa di harapkan dapat beradaptasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia internasional yang nantinya tidak canggung lagi ketika berkiprah di berbagai tempat/lebih percaya diri dan baik untuk pengembangan sumber daya manusia.

http://feb.unsoed.ac.id/id/article/19-mahasiswa-fe-siap-dikirim-studi-di-hebei

Jatuh Bangun Seorang Tokoh Bernama Chairil Tanjung Kebanggan Indonesia (Buletin Edisi Pertama)

chairul-tanjung-orang-terkaya

Chairul Tanjung dilahirkan di Jakarta. Ia anak A.G. Tanjung, seorang wartawan di zaman orde lama yang pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil. Chairul dan keenam saudaranya hidup berkecukupan. Namun, pada zaman Orde Baru, sang ayah dipaksa menutup usaha persnya karena berseberangan secara politik dengan penguasa.
Setamat SMA, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada tahun 1981. Chairul menghadapi masalah pada biaya kuliahnya. Ia pun mulai berbisnis dari dasar sekali, berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Selanjutnya, ia membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat tapi bangkrut.

Setelah menutup tokonya, Chairul membuka usaha kontraktor. Kurang berhasil, Chairul bekerja di industri baja dan kemudian pindah ke industri rotan. Waktu itulah, ia bersama tiga rekannya ia membangun PT Pariarti Shindutama. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaannya langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Dari sini usahanya merambah ke industri genting, sandal dan properti. Sayang, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha dengan ketiga rekannya, Chairul memilih menjalankan usahanya sendiri.

Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti : keuangan, properti, dan multi media. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Tugu yang kini bernama Bank Mega yang kini telah naik peringkatnya dari bank urutan bawah ke bank kelas atas. Selain memiliki perusahaan sekuritas, ia juga merambah ke bisnis asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Di sektor sekuritas, lelaki kelahiran Jakarta ini mempunyai perusahaan real estate dan pada tahun 1999 telah mendirikan Bandung Supermall. Di bisnis multimedia, Chairul mendirikan Trans TV, di samping menangani stasion radio dan media on line atau satelit. Ia juga bersiap untuk masuk ke media cetak.

Di tengah persaingan yang ketat di sektor media televisi, Chairul merasa yakin Trans TV akan mampu bersaing. Ini karena ia melihat pada belanja iklan nasional yang sudah mencapai Rp 6 triliun setahun, 70% di antaranya akan diambil oleh televisi. Jumlah perusahaan Chairul, yaitu CT CORP dulu Para Group mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahi beberapa sub holding seperti : Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti) dan jumlah karyawan yang dipekerjakan kurang lebih mencapai 5.000 orang.

IESP Berprestasi: Kak Annis Nurfitriana Lulus Dengan IPK 4,00

Katanya IESP tuh susah, dapet IP 3,5 aja susah banget. Percaya ak ada anak IESP Internasional yang IPKnya sempurna?

 

Dialah kak Annis Nurfitriana Nihayah, mahasiswi IESP kelas Internasional angkatan 2010.  Kak Annis berhasil meraih IPK 4,00 dengan predikat Cumlaude pada periode wisuda Juni 2014. Kak Annis berhasil membuktikan bahwa jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan bukanlah jurusan ‘angker’ menurut sebagian orang. Selama kuliah, kak Annis juga pernah aktif di kepengurusan Himesbang FEB Unsoed. Annis  aktif dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HIMESBANG) dengan posisi terakhir sebagai staf Bidang Advokasi dan Eksternal. Baginya, dengan berorganisasi maka soft skill yang ada pada dirinya akan terasah dengan baik. “Pengalaman berorganisasi sangat menunjang keberhasilan kuliah saya hingga saya dapat memperoleh predikat cumlaude”, jelasnya. Berkat manajemen waktu yang baik Annis berhasil menyelesaikan studi S1 dalam waktu 3 tahun 9 bulan. Ia membuktikan bahwa aktif berorganisasi bukan menjadi alasan untuk tidak lulus tepat waktu.

10357114_10201421530098712_7154370150706772010_n

 

 

Kebanggan lainnya yaitu kak Annis sekarang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S2 melalui program Fast Track yang disponsori oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Saat ini kak Annis juga sedang menunggu pengumuman seleksi kerja magang di Bank BNI. Semoga keberhasilan kak Annis ini dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa dalam berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

Mahasiswa FEB Juara Debat Nasional

dien2014 febTiga mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed telah berhasil mengharumkan nama almamater dengan meraih juara 1 di ajang Lomba Debat Isu Ekonomi Nasional 2014 (DIEN) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)pada 10-12 Oktober 2014.. Mereka yaitu Aziz Nur Rohman (Manajemen), Dian Ayu Palupi (IESP int), dan Ira Aprilianti (IESP Int).

Mereka berhasil mengalahkan  tim Universitas Bengkulu ( Preliminary round), Universitas Diponegoro Semarang  (quarter final), Unpad Bandung di (Semi Final). dan  Universitas Pembangunan “Veteran” Yogyakarta (Final).

Terus harumkan nama baik Unsoed ya 🙂

Output Diskusi Himesbang, BEM FEB, dan Fosei

Efektifitas Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi

 

Penggunaan BBM dari tahun ke tahun selalu meningkat. Di tahun ini Kuota BBM subsidi jenis solar diprediksi akan habis pada akhir november 2014 dan BBM subsidi jenis premium akan habis pada 19 desember 2014. Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan BBM subsidi. Dalam sudut pandang jangka panjang, pembatasan BBM subsidi bisa mengefisiensi alokasi apbn yang selama ini dikatakan tidak tepat sasaran, mengefisiensi sumber daya energi yang semakin tinggi permintaanya serta mengendalikan perilaku ekonomi seperti penggunaan energi oleh rumah tangga yang setara dengan industri. Namun melihat dalam waktu jangka pendek ini, pembatasan BBM subsidi dapat menimbulkan inflasi akibat harga-harga barang yang meningkat, yang menjadikan daya beli masyarakat menurun serta akan semakin meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia.  Jadi sudah efektifkah kebijakan pembatasan BBM subsidi oleh pemerintah? Pembatasan BBM Subsidi belum bisa dikatakan efektif karena memang kebijakan tersebut baru dilaksanakan kurang lebih 2 bulan. Akan tetapi untuk beberapa tahun yang akan datang kebijakan pembatasan BBM Subsidi bisa memotong alokasi subsidi untuk BBM yang begitu besar untuk dapat dialihkan ke pengalokasian lain yang berupa faktor produksi. Dan juga di sisi lain Indonesia memiliki potensi yang dapat digali untuk menutupi masalah BBM subsidi dengan mengefektifkan penerimaan pajak serta zakat dimana mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

 

LKTI Tingkat Universitas

Klik foto 2x untuk memperbesar.

Dies Natalis Himesbang

Himesbang, Revolutif…

Hai, salam pembangunan dan salam sejahtera untuk kita semua,  Alhamdulillah

kemarin Hima kita tercinta ini merayakan ulang tahunnya yang ke-23 , tepatnya pada tanggal 14

September 2014 , Untuk memperingatinya tepat pada tanggal hari jadinya kami mengadakan

acara dies natalis Himesbang FEB UNSOED dengan mengundang dari berbagai perwakilan ,

baik dari setiap kelas di angkatannya masing masing maupun  perwakilan dari UKM HIMA dan

juga tentunya para alumni pengurus Himesbang terdahulu juga. Acara ini bertujuan untuk

menceritakan kilas balik tentang bagaimana sejarah berdiri nya Himesbang pertama kalinya oleh

Bapak Megianto dan kawan-kawan, dan juga untuk mengenang jasa dari pengurus-pengurus nya

yang terdahulu supaya kita bisa dapat motivasi untuk terus maju dan menjadi tauladan yang baik

bagi Hima dan UKM yang lainnya dan bisa bermanfaat bagi orang banyak. Dimana perayaan

ulang tahunnya diisi dengan berbagai macam rangkaian acara dimana rangkaian acara tersebut

dimulai dari pukul 09.00 dengan diawali oleh sambutan ketua Pelaksana, ketua Himesbang  dan

Perwakilan dari Kepala Jurusan IESP FEB Unsoed. Lanjut ke acara intinya pada hari itu, adalah

Sharing bagaimana berjalannya Himesbang pada masa saat para pembicara nya yaitu Bapak

Megianto, Pak Rahmat, dan Mas Kukuh masih aktif. Akhirnya puncak acara ini adalah potong

tumpeng dan secara simbolis diberikan kepada Ketua Himesbang FEB UNSOED yang sekarang

menjabat yaitu Kurnia Ramadhani, sesudah pemotongan tumpeng, semua tamu yang datang

dipersilahkan untuk menikmati hidangan nasi kuning yang di sediakan oleh tim kerja, suasana

yang bahagia dan nyaman sambil di iringi oleh irama musik dari penampilan akustik oleh tim

kerja yang ditujukan untuk menghibur para tamu yang sedang menikmati hidangan.

Alhamdulillah acar berjalan lancar dan semoga Himesbang semakin jaya dan terus Berkarya!

SALAM PEMBANGUNAN!!!

Saran untuk perayaan Dies Natalis Himesbang FEB Unsoed kedepannya diharapkan

para tim kerja lebih aktif lagi dalam mengajak dan meramaikan acara yang di bawakan oleh

Himesbang, dan juga diharapkan bisa lebih menyampaikan Moral Value dalam acara tersebut.

Semoga untuk kedepannya bisa lebih bagus dan lebih aktif lagi, Sekian… (Nanda Qorin Chusnul Khatimah)

Beasiswa Bank Indonesia Tahun 2014

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Program S1 diberi kesempatan untuk mengajukan beasiswa Bank Indonesia periode tahun 2014, Adapun kriteria umum mahasiswa penerima beasiswa:

  • Sekurang-kurangnya telah menyelesaikan 4 (empat) semester dan atau telah menempuh 60 (enam puluh) satuan kredit semester (SKS).
  • Memiliki IPK minimal 3,00 (skala 4).
  • Mempunya pengalaman menjalankan aktivitas sosial yang memiliki dampak kebermanfaatan bagi masyarakat.
  • Umur tidak lebih dari 23 (dua puluh tiga) tahun pada saat menerima beasiswa.
  • Tidak sedang menerima beasiswa, bekerja dan atau berada dalam status ikatan dinas dari lembaga/instansi lain.
  • Berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu (Keluarga pra sejahtera).
  • Prioritas Faultas/Program Studi/Jurusan:
    • Perguruan Tinggi Umum Negeri:
      • Fakultas Ekonomi = 50%
      • Jurusan/Program Studi Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan
      • Jurusan/Program Studi Manajemen
      • Jurusan/Program Studi Akuntansi
  • Memeperoleh rekomendasi dari pimpinan (rektor/pembantu rektor) dan atau pejabat (direktur/kepala bagian) perguruan tinggi.
  • Bersedia untuk berperan aktif, mengelola dan mengembangkan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia serta berpartisipasi pada semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Birthday Greeting September 2014

SEPTEMBER 2014

Preview Proker : PIAMI 2014 (Perahu Baja)

Assalamualaikum wr wb.

            Kami dari keluarga besar mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan mengucapkan selamat atas di terima nya teman-teman mahasiswa baru di Fakultas Ekonomi dan bisnis jurusan IESP. tahun 2014 ini teman-teman mahasiswa baru datang dan melangkahkan kaki untuk menumpuh ilmu demi masa depan nya di UNSOED, karena itu kami dari Himpunan Mahasiswa ilmu ekonomi dan Studi Pembangunan, melalui program kerja kami bernama PEKAN INTER ANTAR MAHASISWA IESP (PIAMI) bertujuan untuk meyediakan wadah kegiatan yang bisa di jadikan langkah awal untuk dapat menggali dan menampung ide-ide segar yang kreatif dari teman-teman mahasiswa baru, PIAMI 2014 kali ini mengangkat tema, PERAHU BAJA “persatukan hubungan kekeluargaan dan membangun kerjasama) rencana nya akan di adakan pada bulan September, so bagi kalian para mahasiswa baru ayooo ikutan PIAMI, di jamin bisa untuk menambah ilmu dan teman tentu nya 🙂